PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

19 Sep 2019 | 09:00 WIB

Selain Sinar Matahari, Ini 5 Faktor Lain Yang Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Selain Sinar Matahari, Ini 5 Faktor Lain Yang Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

5 Faktor Yang Meningkatkan Risiko Kanker Kulit Selain Sinar Matahari

Share:

Rusaknya lapisan ozon menyebabkan sinar ultraviolet yang dihasilkan matahari berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Pajanan sinar ultra violet ini meningkatkan risiko kanker kulit. Namun selain itu, ada beberapa faktor lain yang turut meningkatkan risiko kanker kulit. 

Faktor-faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

1. Warna Kulit Cerah

Orang Indonesia patut bersyukur karena dikarunia warna kulit sawo matang, karena kadar pigmen atau melaninnya lebih banyak dibanding kulit warna cerah. Pigmen atau melanin ini berfungsi untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet (UV). Kadar melanin yang lebih rendah pada kulit cerah memiliki perlindungan yang lebih lemah terhadap pajanan sinar ultraviolet.

2. Luka Sengatan Matahari

Kerusakan kulit akibat sengatan matahari (sunburn), menyebabkan peningkatan risiko kanker kulit. Kerusakan kulit akibat sengatan matahari tersebut dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada kulit. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah matahari, dan ulangi kembali setiap 3 jam untuk perlindungan maksimal.

3. Tahi Lalat dengan Karakteristik Khusus

Punya tahi lalat memang wajar, tapi perlu diwaspadai bila jumlahnya terlalu banyak. Terlebih lagi apabila tahi lalat tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut: bentuk tidak simetris, bagian tepi tidak teratur, warna tidak merata, diameter lebih dari 6 milimeter, dan bertambah besar dalam kurun waktu singkat. Apabila Anda memiliki ciri-ciri tahi lalat seperti disebut di atas, cek segera ke dokter karena ciri tersebut mewakili kanker kulit melanoma.

4. Faktor Genetik

Tidak semua kasus kanker kulit  selalu disertai riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Akan tetapi, bila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker kulit, maka risiko Anda jadi meningkat. Setidaknya, faktor genetik atau keturunan menyumbang 10% peningkatan risiko kanker kulit.

5. Paparan Radiasi dan Bahan Kimia

Profesi tertentu yang mengharuskan seseorang bersentuhan dengan bahan-bahan kimia atau paparan radiasi tinggi sehari-hari, berpengaruh pada peningkatan risiko kanker kulit. Kenakan pelindung tubuh seperti sarung tangan, masker, pelindung mata, helm, bahkan baju anti radiasi untuk meminimalkan risiko kanker kulit.

Apabila Anda mencurigai adanya tanda kanker kulit, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.