PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

24 Sep 2019 | 22:15 WIB

Ingat Infeksi Jamur

Ingat Infeksi Jamur
Share:

CDC menetapkan tanggal 23 – 27 September 2019 sebagai Fungal Disease Awareness Week. Infeksi jamur sering menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit lain atau tidak khas. Adanya Pekan Ingat Infeksi Jamur ini diharapkan menyadarkan kita untuk mengenal dan mendeteksi infeksi jamur sehingga bisa diterapi dengan tepat. 

Infeksi jamur bisa terjadi di mana saja terutama daerah tropis. Jamur ada di mana saja. Jamur bisa berada di udara, tanah, tanaman, kulit manusia, darah, dan lainnya. Meskipun ada banyak sekali jenis jamur, namun hanya beberapa jenis jamur yang bisa menyebabkan penyakit. Infeksi jamur bisa menyerang kulit, kuku, saluran napas, saluran cerna, darah, hingga sistem saraf pusat. Gejala yang dialami oleh infeksi jamur bisa berbagai macam dari yang ringan hingga berat yang bisa menyebabkan kematian. Pengobatan infeksi jamur juga bervariasi jenis obat dan lama pengobatannya. 

Semua orang bisa beresiko terkena infeksi jamur, bahkan orang yang sehat sekalipun. Jamur juga berada di lingkungan sekitar kita, dan manusia dapat menghirup atau berkontak dengan spora jamur tanpa timbul gejala penyakit. Meskipun demikian, orang dengan sistem imun yang rendah beresiko tinggi mengalami infeksi jamur yang bisa membahayakan jiwa, misalnya orang dengan HIV/AIDS, penderita kanker, pasien rutin mengonsumsi kortikosteroid, pasien yang dirawat di rumah sakit, dan pasien penerima transplantasi organ.

 Gejala seperti flu atau mirip dengan tuberkulosis bisa terjadi pada infeksi jamur di saluran napas. Munculnya sariawan dan luka pada mulut juga menjadi salah santu tanda infeksi jamur pada mulut. Infeksi jamur pada sistem saraf pusat atau meningitis bisa menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian. 

Infeksi jamur pada kulit yang umumnya sering terjadi seperti panu, kudis, kurap. Infeksi jamur pada kulit ditandai dengan bercak pada kulit yang disertai rasa gatal. Tangan, kaki, sela jari, lipatan tubuh, kuku, dan hampir semua bagian tubuh bisa terkena infeksi jamur. Infeksi jamur di kulit dapat juga menimbulkan tampilan berbenjol benjol atau seperti borok yang bersifat menahun. Infeksi jamur pada kulit bisa dicegah dengan menjaga kebersihan seperti mandi dengan teratur, menjaga kulit tetap bersih dan kering, mencuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan, menggunakan alas kaki, mencuci dan mengganti pakaian dalam dan kaos kaki setiap hari, dan tidak berbagi alat pribadi seperti pakaian, handuk, sisir dengan orang lain.

Mari kita tingkatkan kewaspadaan mengenai infeksi jamur dalam Fungal Disease Awareness Week ini dengan THINK FUNGUS untuk tetap Ingat Infeksi Jamur

Salam Sehat 

Kelompok Studi Dermatomikosis Indonesia - PERDOSKI 




Referensi : 

1. Centers for Disease Control and Prevention. Think Fungus: Fungal Disease Awareness Week [Internet]. 2019 [cited 23 September 2019]. Avalaible from: https://www.cdc.gov/fungal/awareness-week.html 

2. Centers for Disease Control and Prevention. About Fungal Diseases [Internet]. 2019 [cited 23 September 2019]. Avalaible from: https://www.cdc.gov/fungal/about-fungal-diseases.html 

3. Centers for Disease Control and Prevention. Who Gets Fungal Infections? [Internet]. 2017 [cited 23 September 2019]. Avalaible from: https://www.cdc.gov/fungal/infections/index.html 

4. Centers for Disease Control and Prevention. Who Gets Fungal Infections? [Internet]. 2017 [cited 23 September 2019]. Avalaible from: https://www.cdc.gov/fungal/index.html