PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

24 Sep 2019 | 20:05 WIB

Kenali ‘Jerawat’ Akibat Jamur

Kenali ‘Jerawat’ Akibat Jamur
Share:

Saat ini semakin banyak masyarakat yang peduli dengan penampilan. Salah satu yang sering dikeluhkan adalah masalah jerawat biasa (akne) yang sering ditemukan pada area wajah, leher, bahu, lengan atas, dada dan punggung. Bila gambaran seperti jerawat hanya ditemukan pada area punggung, dada, leher dan lengan atas, maka bisa jadi itu bukan jerawat biasa, tetapi ‘jerawat’ yang disebabkan oleh jamur. 

Apakah ‘jerawat’ akibat jamur? 

Istilah medis untuk ‘jerawat’ akibat jamur disebut dengan Malassezia Folliculitis (MF). MF adalah radang pada kelenjar sebum yang disebabkan oleh jamur golongan Malassezia. Malassezia merupakan jamur yang dapat kita temukan pada sekitar 75-98% kulit orang sehat. Bila jumlahnya bertambah banyak, puncaknya saat remaja dan dewasa muda seiring dengan berkembangnya kelenjar sebum, serta dipicu oleh berbagai faktor pencetus, maka akan menyebabkan penyakit kulit seperti jerawat, ketombe, penyakit jamur panu dan MF. 

MF banyak dijumpai pada usia berapa? 

Beberapa penelitian menyebutkan MF banyak ditemukan pada usia sekitar12-62 tahun dengan rata-rata paling banyak pada usia 26 tahun. 

Area tubuh mana saja yang sering ditemukan lesi MF? 

MF banyak ditemukan pada area punggung bagian atas, dada, bahu dan lengan atas. MF jarang mengenai wajah, namun bila ada sering salah didiagnosis sebagai akne. 

Faktor pencetus apa saja yang menyebabkan MF? 

Beberapa kondisi seperti diabetes mellitus, infeksi HIV, kehamilan, kanker, pengobatan dengan antibiotik oral dan kortikosteroid oral jangka panjang atau obat-obatan yang dapat menekan sistem pertahanan tubuh lainnya dapat mencetuskan MF. Lingkungan dengan kelembaban yang tinggi juga merupakan faktor yang sangat berperan meningkatkan kejadian MF. Kondisi geografis Indonesia yang merupakan daerah tropis dengan suhu dan kelembaban yang tinggi akan memudahkan tumbuhnya jamur, sehingga kasus MF banyak sekali ditemukan di sini. 

Bagaimana cara mengetahui kalau terkena MF bukan jerawat biasa? 

Keluhan MF biasanya berupa rasa gatal yang mengganggu, dengan gambaran klibis berupa bintil merah, plentingan berisi nanah berbentuk kubah ukuran 2-3 mm dengan cekungan di bagian tengah. Keluhan ini seringkali sulit dibedakan dengan jerawat biasa (akne) ataupun infeksi folikel rambut oleh karena bakteri yang disebut bakterial folikulitis, sehingga perlu beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis. 

Perbedaan apa yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah ini jerawat biasa (akne) ataukah ‘jerawat’ yang disebabkan oleh jamur (MF)? 

MF di wajah dapat ditemukan pada daerah dagu dan sisi samping wajah, berbeda dengan akne yang lebih sering pada daerah wajah sisi tengah, sementara MF ditemukan adanya rasa gatal yang cukup atau dapat sangat gatal, sedangkan pada akne keluhan tersebut terkadang ada atau tidak. MF pada punggung sering ditemukan pada area tengah punggung, sedangkan akne ditemukan pada area samping atau tepi punggung. Pada akne dapat ditemukan komedo, kista, dan skar, sedangkan pada MF tidak ditemukan gambaran klinis tersebut. Dengan pemeriksaan penunjang dengan cara mengeluarkan isi sebum dengan komedon ekstraktor dari bintil merah pada MF akan ditemukan gambaran bentukan spora jamur, sedangkan pada akne akan ditemukan gambaran bakteri. 

Bagaimana cara mengobati MF? 

MF dapat diobati dengan pendampingan dari dokter yang akan melakukan pemeriksaan klinis dan menegakkan diagnosis dengan beberapa pemeriksaan penunjang. Bila benar MF, maka pasien akan mendapat pengobatan anti jamur selama sebulan. Selain itu perlu untuk edukasi ke pasien mengenai penghindaran faktor risiko seperti selalu menjaga higiene dan menggunakan pakaian yang menyerap keringat, serta menghindari faktor pencetus lainnya. Apabila menemukan keluhan seperti tersebut di atas, sebaiknya segera konsul ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.


 

Penulis: dr. Dyatiara Devy Rahadiyanti, Sp.KK dan dr. Evy Ervianti, Sp.KK, FINS-DV, FAA-DV