PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

Volume 46, Nomor 2 | April 2019

PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN DI BIDANG DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI PADA ERA GLOBALISASI

Share:

Era globalisasi ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat, sehingga dibutuhkan individu yang mampu beradaptasi, bergerak cepat, memikirkan ide-ide baru dan merubah atau memodifikasi metode lama agar lebih baik, efektif dan efisien. Hal ini tentunya juga berpengaruh terhadap bidang dermatologi dan venereologi. 

Berbagai temuan baru dalam patogenesis penyakit, alat diagnosis, pencegahan, tatalaksana atau modalitas terapi telah banyak dikuak dan dibahas secara intensif dan komprehensif yang tidak terlepas dari revolusi teknologi yang sedang berlangsung pada era globalisasi ini. 

Dalam edisi ini MDVI menampilkan 9 makalah dengan topik yang bervariasi. Hampir separuhnya dalam lingkup dermatologi kosmetik. Akne vulgaris (AV), merupakan kelainan kronik unit pilosebasea yang disebabkan multifaktor dan temuan baru dikaitkan dengan adanya peran defisiensi trace element seperti zinc. Hal ini tentu perlu ditindaklanjuti dengan penelitian uji klinis dengan desain yang baik. Selain itu AV dikaitkan dengan faktor hormonal terutama hormon androgen. Namun pada sejumlah penelitian kadar hormon androgen pada AV masih dalam kadar normal atau signifikan meningkat tetapi masih dalam batas normal.Sebagaimana juga tidak ditemukan perbedaan antara kadar testosteron dengan derajat keparahan AV laki-laki seperti hasil temuan pada salah satu topik dalam edisi ini. 

Patogenesis melasma hingga saat ini belum diketahui sepenuhnya walaupun banyak faktor yang berkaitan dengan kondisi ini dan dapat saling tumpang tindih.Perkembangan tentang sistem neuroendrokrinologi sangat diperlukan dalam memahami kompleksitas patogenesis melasma sehingga dapat memberikan alternatif solusi baru dalam tantangan terhadap terapi melasma yang seringkali masih sulit dan kurang memuaskan. 

Hal lain yang berkembang sangat pesat pada abad ke-21 dalam dermatologi kosmetik adalah teknologi nano. Terobosan ini berkaitan dengan sistem penghantaran bahan aktif obat atau kosmetik ke target sasaran yang spesifik secara lebih cepat dan tepat. Banyak produk dengan berbagai manfaat yang telah dihasilkan melalui teknologi ini. Namun tentunya juga perlu diteliti lebih lanjut dari sisi efek sampingnya baik jangka pendek, menengah dan panjang. 

Topik-topik lain yang dibahas adalah mengenai aspek imunologi dari onikomikosis seperti peran imunoglobulin E. Hal ini masih menjadi tantangan oleh karena belum menunjukan hasil yang konsisten. Beberapa laporan kasus menarik di antaranya psoriasis eritroderma pada anak yang menyerupai iktiosis herediter. Diperlukan kecermatan dalam penegakan diagnosis dan ketepatan pemilihan terapi mengingat risiko dan efek samping dari obat-obatan yang diberikan seperti isotretinoin oral. Sebuah kasus Giant congenital melanocytic nevus dilaporkan pada edisi ini sebagai kasus langka yang perlu diketahui oleh para dokter spesialis kulit. 

Perkembangan terapi kombinasi semakin meningkat dalam tatalaksana berbagai kelainan kulit termasuk keloid. Selain bersinergi meningkatkan efektifitas terapi, juga diharapkan mampu menurunkan rekurensi.Tak kalah penting adalah tinjauan mengenai penggunaan imuno-stimulan dalam dermatologi dan venereologi. Sampai saat ini bukti-bukti ilmiah masih dibutuhkan untuk menilai efektifitas dan efek samping dari obat tersebut. 

Demikian juga perlu dicermati tinjauan tentang penyakit Kawasaki atau disebut juga mucocutaneous lymph node syndrome, merupakan vaskulitis sistemik generalisata yang mengenai pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama arteri koroner. Kelainan pada anak ini jarang dijumpai dan bersifat swasirna, namun jika tidak diobati dapat menimbulkan komplikasi pada jantung sehingga dibutuhkan tatalaksana dengan pendekatan multidisiplin. 

Pada era globalisasi diharapkan insan-insan dan dunia dermatologi dan venereologi dapat semakin berperan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dunia dengan pemanfaatan teknologi yang ada. Mari berkarya di bidang dermatologi dan venereologi menuju masyarakat global yang sehat dan maju! 

Nelva Karmila Jusuf 
Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin 
FKUSU/RS Universitas Sumatera Utara 
Medan

Info! Silahkan login (dokter) untuk download full edition.
Detail Konten
  • UJI KOMPARASI KADAR TESTOSTERON SERUM PADA BERBAGAI DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS LAKI-LAKI
    Firmina Kus Setyaningrum, Tantari SHW, Arif Widiatmoko
  • KORELASI KADAR SENG PLASMA DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
    Alida Widiawaty, Sysca Priastiwi, T. Sy. Dessi Indah Sari Assegaf
  • HUBUNGAN ANTARA KADAR IMMUNOGLOBULIN E SERUM DENGAN LAMANYA PASIEN MENDERITA ONIKOMIKOSIS
    Meidina Kesuma Wardani, Eva Hariani, Cut Mirshella Amanda
  • TERAPI ISOTRETINOIN ORAL PADA PSORIASIS ERITRODERMA YANG MENYERUPAI IKTIOSIS HEREDITER: LAPORAN KASUS DAN TELAAH PUSTAKA
    Malvan, Sunardi Radiono, Erdina, Retno Danarti
  • GIANT CONGENITAL MELANOCYTIC NEVUS: LAPORAN KASUS LANGKA
    Fitriani, Zahra Ayu Lukita Sari, Inda Astri Aryani, Soenarto K
  • KOMBINASI BEDAH EKSISI, INJEKSI KORTIKOSTEROID INTRALESI, DAN GEL SILIKON PADA TATA LAKSANA KELOID DI CUPING TELINGA
    Arif Widiatmoko, Herwinda Brahmanti, RM Tri Padesa Boco Pranowo
  • TEKNOLOGI NANO DI BIDANG DERMATOLOGI KOSMETIK
    Ferina Angelia, Purwantyastuti, Melva Louisa, Sri Linuwih Menaldi
  • PENYAKIT KAWASAKI
    Reza Mayasari, Fitriani, Soenarto K
  • NEUROENDOKRINOLOGI MELASMA
    Lili Legiawati, Nitish Basant Adnani
  • PENGGUNAAN IMUNOSTIMULAN DALAM BIDANG DERMATOVENEREOLOGI
    Martinus, Triana Agustin, Aida Sofiati Dachlan, Evita Halim Effendi