PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

Volume 46, Nomor 3 | September 2019

Trias Epidemiologi: Pendekatan Memahami Orkestra Sistem Imunologi Kulit

Share:

Pajanan lingkungan yang semakin meningkat diketahui dapat mengakibatkan gangguan pada kulit, misalnya radiasi ultraviolet, cuaca dan iklim, bahan kimia serta infeksi, sehingga penelitian pada bidang ini menjadi semakin berkembang. Temuan mengenai interaksi antara kulit dan lingkungan menghadirkan suatu ide dan tantangan baru untuk diteliti. Sebagai contohnya, proses penuaan dan karsinogenesis pada kulit yang terjadi akibat faktor genetik dan lingkungan. Penyakit lain seperti infeksi kulit, dermatitis kontak, pemfigus, psoriasis, dan penyakit virus juga dikaitkan dengan interaksi antara genetik, imunologis, dan lingkungan. Pada beberapa tahun terakhir, melalui kemajuan teknologi peneliti dapat
melakukan investigasi lebih lanjut mengenai respons kulit terhadap elemen genomik dan faktor lingkungan dari sisi biologi selular, serta eksplorasi lebih dalam tentang proses biokimiawi yang terlibat dan meneliti faktor imunologik yang mendasari berbagai variasi respons kulit terhadap lingkungan.

Penyakit autoimun dapat terjadi secara sistemik atau spesifik terhadap jaringan tertentu. Namun, seluruh bentuk autoimun terjadi akibat gangguan keseimbangan sistem imun pada host. Sistem imun normal dirancang untuk mengenal dan bereaksi terhadap berbagai patogen asing dan tidak berespons terhadap jaringan host (seperti self-antigen). Kemampuan untuk mempertahankan hidup dengan sistem imun normal ini dikenal sebagai toleransi. Meskipun limfosit spesifik terhadap self-antigen beregenerasi secara reguler di timus, banyak sel ini dihancurkan sebelum menyelesaikan proses maturasi. Individu sehat memiliki sel T yang berpotensi memiliki respons imun patogen yang dapat menyerang antigennya sendiri, tetapi umumnya tidak terjadi penyakit autoimun karena mekanisme regulasi yang bekerja untuk menekan respons, sehingga mempertahankan toleransi imun terhadap sel host itu sendiri.

Temuan ini menghasilkan perubahan paradigma pada berbagai proses autoimun. Penyakit autoimun tidak lagi diduga dicetuskan oleh gangguan sinyal semata yang menghasilkan berbagai sel yang saling merusak, namun kemungkinan diakibatkan oleh gangguan untuk mengontrol sel-sel tersebut. Seperti analogi kendaraan, autoimun tidak diakibatkan karena menginjak pedal gas, namun terjadi karena melepaskan pijakan rem. Rangkaian mekanisme untuk menekan proses penyerangan terhadap sel host merupakan poin penting untuk memahami patogenesis autoimunitas, dan dengan eksploitasi bidang terapeutik akan menghasilkan keuntungan melalui pendekatan terapi target baru yang spesifik terkait penyakit autoimun dan penyakit inflamasi lain.

Pengobatan bertujuan untuk ‘menenangkan’ sistem imun, dan prednison umumnya menjadi lini pertama. Beberapa pasien mengalami efek simpang yang ditimbulkan oleh steroid, misalnya tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, penipisan kulit, osteoporosis, dan kenaikan kadar gula darah, sehingga dibutuhkan terapi alternatif.

Pada edisi MDVI ini, dipublikasikan berbagai temuan riset yang mutakhir, mulai bidang biologi molekular hingga tatalaksana secara spesifik, yang dibahas secara menyeluruh. Tentunya akan memberikan wawasan baru bagi para dokter dermatologi dan venereologi Indonesia yang mencari pemahaman yang lebih baik tentang patomekanisme penyakit dan strategi terapi alternatif yang tersedia, dengan tujuan menyehatkan bangsa.

Windy Keumala Budianti
Departemen IK. Kulit dan Kelamin
FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta

Info! Silahkan login (dokter) untuk download full edition.
Detail Konten
  • Uji Klinis Sampo Formulasi Khusus Pada Pasien Ketombe Dan Dermatitis Seboroik Ringan Pada Skalp
    Triana Agustin, Githa Rahmayunita, Rinadewi Astriningrum, Eliza Miranda, Erdina H D Pusponegoro, Arini Setiawati, Sandra Widaty
  • Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pekerja Binatu Terhadap Dermatitis Kontak Di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2017
    Arni Lasari Hutagalung, Cut Putri Hazlianda
  • Korelasi Antara Kadar Superoksida Dismutase Dengan Malondialdehid Pada Jaringan Keratosis Seboroik
    Arif Widiatmoko, Tantari SHW, Yusuf Ardian
  • Psoriasis Vulgaris Berat Diterapi Mikofenolat Mofetil: Tantangan Dalam Pengobatan
    Hari Darmawan, Nopriyati
  • Terapi Dapson Pada Pemfigoid Bulosa
    Herwinda Brahmanti, Nesa Wike Wilanti, Diah Prabawati Retnani, Anny Setijo Rahaju
  • Modern Wound Dressing Pada Ulkus Trofik Pasien Kusta Tipe Lepromatosa
    Rio Yansen Cikutra, Fitra Hergyana, Gilang Mayasari
  • Peningkatan Enzim Transaminase Pada Kusta
    Felix Hartanto, Prima Kartika Esti
  • Korelasi Gambaran Histopatologi, Teknik Biopsi, Dan Manifestasi Klinis Vaskulitis Leukositoklastik Kutan
    Sekar Puspita Lilasari, Diah Prabawati Retnani, M. Cholis
  • Peran Mikrobiom Pada Infeksi Menular Seksual
    Wresti Indriatmi
  • Melasma Dalam Sudut Pandang Genetik
    Betty Ekawati Suryaningsih