PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

PEMFIGUS VULGARIS DISERTAI INFEKSI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS: SEBUAH LAPORAN KASUS

Share:

Pemfigus termasuk ke dalam kelompok penyakit autoimun, yang ditandai oleh bula mukokutaneus yang
menyerang keratinosit antigen sebagai target dari autoantibodi, yang menyebabkan terjadinya akantolitik
dan pembentukan bula. Tanpa penanganan yang tepat kondisi ini dapat menjadi fatal karena hilangnya
fungsi barier epidermis, menyebabkan kehilangan cairan dan terjadinya infeksi sekunder. Seorang pasien
laki-laki usia 58 tahun, dengan keluhan utama luka pada seluruh tubuh dan berbau tidak sedap, terdapat
riwayat sariawan 2 bulan sebelumnya. Pada pemeriksaan dermatologi, di seluruh tubuh didapatkan makula
hiperpigmentasi dan erosi multipel,ditutupi krusta coklat kehitaman. Di sakrum, didapatkan ulkus soliter,
dasar kotor, ditutupi dengan jaringan nekrotik. Pemeriksaan kultur dasar luka didapatkan Providentia
stuartii, dari hasil subkultur terisolasi Staphylococcus aureus yang merupakan kuman methicillin resistant
staphylococcus aureus (MRSA). Pada pemeriksaan histopatologi didapatkan gambaran akantolitik yang
menyisakan sel-sel basal epidermis kemungkinan bula suprabasal (mengarah pada gambaran pemfigus
vulgaris). Diagnosis pada kasus ini pemfigus vulgaris yang disertai dengan infeksi MRSA. Terapi yang
diberikan antibiotik sistemik, steroid, perawatan luka dan terapi suportif lainnya.


Kata kunci: MRSA pemfigus vulgaris steroid