PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

KUSTA NEURAL PADA SEORANG LAKI-LAKI BERUSIA 37 TAHUN YANG DIDIAGNOSIS MELALUI ELEKTRONEUROMIOGRAFI

Share:

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.
Transmisi kusta terjadi akibat kontak erat berkepanjangan antara seseorang yang rentan dengan pasien kusta
multibasillar yang belum diterapi. Pada empat sampai 8% kasus, gambaran klinis hanya terdapat
keterlibatan saraf, tanpa lesi kulit dengan apusan sayat kulit negatif. Kondisi ini dikenal sebagai kusta
neural. Baku emas penegakkan diagnosis adalah biopsi saraf. Ketika biopsi saraf sulit dilakukan, maka
penemuan klinis, epidemiologis, dan perubahan elektroneuromiografi dianggap cukup untuk diagnosis kusta
neural. Terapi disesuaikan kriteria WHO, dianggap tipe pausibasillar atau multibasillar bergantung saraf
yang terkena. Seorang laki-laki, 37 tahun, datang dengan kelemahan pada tangan kanan sejak tiga tahun
yang lalu. Delapan tahun yang lalu, pasien sekamar dengan penderita kusta yang belum diterapi.
Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Status dermatologis pada tangan kanan didapatkan claw hand.
Pemeriksaan saraf didapatkan penebalan nervus ulnaris dextra, penurunan sensibilitas pada lateral tangan
kanan, jari ke-4 dan ke-5. Pemeriksaan voluntary muscle test didapatkan kelemahan otot yang dipersarafi
oleh nervus ulnaris dextra. Pemeriksaan monofilamen Semmes-Weinstein didapatkan warna ungu pada
dorsum dan plantar manus dextra bagian lateral. Apusan sayat kulit dari kedua telinga, siku dan lutut tidak
didapatkan basil tahan asam. Pemeriksaan elektroneuromiografi menunjukan neuropati tipe campuran pada
nervus ulnaris kanan. Pasien didiagnosis sebagai kusta neural dengan cacat kusta tingkat 2 dan mendapat
terapi multi-drug treatment untuk tipe pausibasillar.


Kata kunci: kusta kusta neural neuropati nervus ulnaris