PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


27 Sep 2018 | 10:00 WIB

Punya Bekas Jerawat? Sebelum Laser Baca Dulu Penjelasan Berikut Ini

Share:

Bopeng, noda hitam, atau jaringan parut bekas jerawat tentu tak sedap dipandang mata. Rangkaian perawatan kulit topikal (oles) saja terkadang tidak cukup untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel tersebut. Bagi sebagian besar orang, laser lantas dianggap membantu untuk membuat kulit kembali mulus. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan tindakan laser di berbagai RS atau klinik kecantikan oleh dokter spesialis kulit & kelamin, sebaiknya kenali dulu jenis-jenis laser dan kondisi kulit yang memenuhi syarat untuk dilaser.

Berdasarkan lama masa penyembuhan setelah tindakan, laser untuk menghilangkan bekas jerawat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu laser ablatif,  laser nonablatif dan laser fraksional.

Baca Juga: Hyaluronic Acid, Kandungan 'Ajaib' pada Skincare

Laser ablatif

Laser ablatif bekerja dengan menghilangkan seluruh lapisan kulit di epidermis dan di dermis atas, sehingga terjadi regenerasi sel kulit dan produksi kolagen baru. Dengan demikian didapatkan perbaikan tampilan bekas jerawat. Berdasarkan panjang gelombangnya, jenis laser yang sering digunakan adalah laser CO2 dan laser Erbium.

Laser ablatif sangat efektif untuk menghilangkan bekas jerawat, dan hasil yang baik sudah didapatkan dengan 1 sesi tindakan, namun risiko efek sampingnya tinggi dan masa penyembuhannya yang lama. Setelah tindakan, kulit tampak merah dan akan menyembuh dalam 1-2 bulan. Karena ini, laser ablatif sudah jarang digunakan dan kini laser non ablatif lebih menjadi pilihan utama.  

Laser non ablatif

Laser non ablatif bekerja spesifik di lapisan kolagen dermis atas dan tidak melukai epidermis, yang mengakibatkan terjadinya produksi kolagen baru dan perbaikan tampilan kulit bekas jerawat. Karena lebih ringan, umumnya kita dapat beraktivitas seperti biasa setelah tindakan dan risiko efek sampingnya rendah. Setelah tindakan tidak tampak kemerahan bermakna pada kulit, meskipun pada beberapa kulit sensitif dapat terjadi kemerahan yang akan menghilang dalam 1-2 hari. Namun dibutuhkan tindakan berulang untuk mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan panjang gelombangnya, jenis laser yang sering digunakan adalah laser Q-switch NdYAG, laser diode, laser Erbium Glass, laser PDL, dan masih banyak lagi.

Laser Fraksional

Teknologi laser fraksional tercipta karena adanya kebutuhan untuk teknologi yang dapat memberikan hasil seimbang antara risiko efek samping (yang tinggi pada laser ablatif) dan hasil/efektivitas (yang minimal pada laser non ablatif).  Pada laser fraksional tiap tembakan sinar laser dibagi menjadi ribuan zona terapi mikroskopis yang mentargetkan sebagian kecil area kulit dan menyisakan kulit sehat yang akan mempercepat proses penyembuhan. Berdasarkan panjang gelombangnya, jenis sinar laser yang digunakan dapat beragam, diantaranya erbium glass, erbium YAG, dan CO2.

Dengan teknologi fraksional, hasil yang baik dapat dicapai dengan terapi berulang dan risiko efek samping yang minimal. Setelah tindakan, kulit tampak kemerahan selama beberapa hari hingga 1 minggu.

Baca Juga: Mau Sulam Alis atau Bibir? Baca Ini Dulu!

Prosedur

Sebelum tindakan laser, krim anestesi akan diaplikasikan pada wajah, kemudian dilakukan tindakan laser. Setelah tindakan, dokter akan meresepkan krim paska tindakan dan tabir surya untuk digunakan sesuai petunjuk dokter.

Tindakan laser merupakan alternatif dalam menangani bekas jerawat, namun begitu waspadai tindakannya, terutama bila dilakukan tidak oleh ahlinya. Untuk menentukan jenis laser, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Konsultasi dokter akan meliputi:

  • Pemeriksaan jenis jaringan parut bekas jerawat dan kondisi kulit.
  • Riwayat tindakan lain sebelumnya, hasil dan efek samping yang pernah dialami. Riwayat alergi dan riwayat penyakit lainnya, serta obat-obatan yang saat ini digunakan.
  • Pemberian krim perawatan harian yang berfungsi mempersiapkan kulit untuk tindakan laser dan mengurangi risiko timbulnya efek samping.
  • Penjelasan pilihan tindakan yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.
  • Penjelasan prosedur tindakan yang akan dilakukan, meliputi persiapan pra-tindakan, saat tindakan, dan pasca tindakan, juga hasil yang diharapkan dan risiko efek samping yang dapat terjadi serta cara mengatasinya.

 

 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430