PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


4 Dec 2018 | 12:00 WIB

Rambut Rontok pada Ibu Menyusui, Benarkah Karena Bayi Bermain Liur?

Rambut Rontok pada Ibu Menyusui Bukan Karena Bayi Bermain Liur. Begini Cara Mengatasinya.

Share:

Setiap hari rambut manusia mengalami kerontokan. Rambut yang gugur akan tumbuh kembali. Ini merupakan siklus pertumbuhan rambut yang normal. Seorang ibu yang baru saja melahirkan dan memasuki masa menyusui, mengalami perubahan hormon yang mengakibatkan rambut rontok. Bedanya dengan orang biasa, jumlah helai yang rontok pada ibu menyusui bisa sangat banyak. Ini yang membuat ibu menyusui panik.

Penyebab Rambut Rontok Saat Menyusui

Rambut rontok pada ibu menyusui tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh perubahan hormon, bukan kesalahan perawatan rambut pada sang ibu. Namun, kerontokan rambut yang dialami bisa jadi lebih berat jika sang ibu mengalami kekurangan nutrisi.

Saat hamil, kadar estrogen melonjak, sehingga fase hidup rambut jadi lebih panjang. Rambut yang seharusnya gugur, tidak jadi rontok. Ini yang membuat rambut Ibu hamil terasa lebih lebat. Setelah melahirkan, hormon estrogen menurun dan kembali ke tingkat normal. Siklus dan pertumbuhan rambut juga ikut normal. Rambut yang ‘terlambat rontok’ saat hamil, jadi rontok pada masa menyusui, sehingga helaian yang gugur seolah jauh lebih banyak dibanding sebelum masa kehamilan. Kondisi ini sangat wajar, umumnya tidak berlangsung lama, dan tidak akan menyebabkan kebotakan. Jadi, tak perlu khawatir, ya!

Apa Hubungannya dengan Bayi Bermain Liur?

Secara medis, tidak ada hubungan antara kerontokan rambut yang dialami saat ibu menyusui dengan fase anak bermain liur. Itu hanya mitos belaka. Kedua hal tersebut hanya kebetulan terjadi secara bersamaan, saat bayi memasuki usia 3-4 bulan. Umumnya kerontokan rambut yang dialami ibu menyusui akan berhenti saat bayi berusia 6 bulan, maksimum 12 bulan.

Bagaimana Mengatasinya?

Meski tak dapat dicegah, setidaknya kerontokan rambut saat menyusui dapat diminimalisir agar tak bertambah parah. Lakukan hal berikut untuk mencegah dan mengatasinya.

  1. Hindari mengikat atau mengepang rambut terlalu kencang dan terlalu sering. Sisir rambut perlahan dengan sisir bergigi jarang.
  2. Konsumsi makanan bernutrisi, terutama yang berprotein tinggi serta mengandung vitamin, seperti daging merah, kacang-kacangan, susu, sayuran dan buah-buahan. Vitamin D, vitamin C, zat besi, magnesium, dan omega-3 adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk rambut sehat.
  3. Tunda diet karena diet akan mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut yang sehat.
  4. Hindari stres.
  5. Cuci rambut dua hingga tiga hari sekali. Mencuci rambut terlalu sering akan memperparah kerontokan.
  6. Gunakan kondisioner rambut untuk menjaga rambut tetap lembut. Rambut yang kusut lebih mudah patah dan rontok.
  7. Memotong rambut bisa membantu meringankan kerontokan karena beban akar rambut menjadi berkurang.
  8. Hindari penggunaan hairdryer atau catokan karena suhunya yang terlalu tinggi bisa menyebabkan rambut kering dan lebih rapuh. Biarkan rambut kering alami pada masa ini.
  9. Pilih perawatan rambut hairmask dibanding creambath. Pijatan pada kepala saat perawatan creambath bisa membuat rambut tambah rontok. Pilihlah perawatan hairmask sampai rambut kembali normal.

Apabila Anda merasa tak wajar akan kerontokan rambut yang dialami, silahkan kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang menyertai kerontokan rambut Anda.

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430