PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


3 Jan 2019 | 10:00 WIB

Tandur Kulit: Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Tandur Kulit

Share:

Sebagai masyarakat umum, mungkin kita biasa mendengar istilah transplantasi ginjal atau jantung. Istilah transplantasi lebih familiar untuk organ tubuh bagian dalam. Bagaimana dengan organ tubuh bagian luar yaitu kulit. Apakah bisa juga ditransplantasi? Jawabannya adalah bisa. Transplantasi kulit lebih dikenal dengan istilah skin graft atau tandur kulit.

Apa Itu Tandur Kulit?

Tandur kulit adalah proses transplantasi kulit dari donor kepada penerima dengan tujuan untuk menutup defek pada kulit akibat tindakan pembedahan atau luka yang luas. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk proses rekonstruksi akibat keganasan pada  kulit, namun dapat pula dilakukan pada kondisi lain seperti luka bakar atau beberapa penyakit kulit.

Pada umumnya transplantasi kulit merupakan auto-transplantasi, yaitu kulit yang digunakan berasal dari individu yang sama, artinya donor dan penerima adalah orang yang sama. Ini dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan tindakan bedah dan meminimalkan reaksi penolakan tubuh terhadap kulit yang didonorkan.

Namun demikian transplantasi kulit juga bisa dilakukan dari individu yang berbeda. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat melakukan tandur kulit ini yaitu kulit yang menjadi donor harus memiliki kesamaan dengan penerimanya dari segi ketebalan, tekstur, warna, efek paparan sinar matahari, serta struktur penunjangnya seperti rambut, ataupun kelenjar. Baik pasien maupun pendonor, harus melalui berbagai tes terlebih dahulu untuk memastikan kesamaan kriteria, seperti tes darah (jenis darah), pemeriksaan jaringan tubuh lain seperti tulang, tulang rawan dan otot, evaluasi fungsi saraf, pemeriksaan fisik dan lainnya.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Jauh Bedah Kulit

Pada Kondisi Apa Transplantasi Kulit Dilakukan?

Transplantasi kulit dilakukan pada area tubuh yang tidak terbungkus kulit akibat kehilangan atau kerusakan jaringan kulit yang berat. Beberapa kondisi yang memerlukan transplantasi kulit antara lain:

  • Setelah tindakan pembedahan karena kanker kulit
  • Luka bakar parah
  • Luka terbuka yang luas
  • Bed sores, ulkus/borok
  • Infeksi kulit yang luas
  • Epidermolisis bulosa (penyakit lepuh kronik)
  • Vitiligo

BACA JUGA: Jenis-jenis Biopsi Kulit dan Manfaatnya

Beberapa Metode Tandur Kulit

1. Full thickness Skin graft

Prosedur ini dilakukan dengan mentransplantasikan lapisan epidermis dan seluruh dermis. Defek di daerah hidung sering dilakukan prosedur  ini. Kulit daerah telinga dapat digunakan untuk memperbaiki defek di hidung ini karena kesamaan teksturnya. Daerah lipatan nasolabial (garis senyum) memiliki kecocokan dengan kulit dahi namun berisiko terjadinya jaringan parut yang lebih terlihat.

2. Split-thickness graft

Bagian kulit yang ditranplantasikan terdiri dari lapisan epidermis dan sebagian dermis. Bagian kulit yang ditransplantasikan biasanya berasal dari lengan atas bagian dalam, paha atau bokong. Biasaya dilakukan untuk defek yang luas.

3. Composite grafts

Composite grafts merupakan modifikasi full-thickness skin graft dengan lebih dari satu komponen jaringan yang ditransplantasikan, terutama jaringan kartilago. Defek yang kecil dan dalam di daerah hidung cocok dilakukan prosedur ini.

Siapa yang Melakukan Prosedur Tandur Kulit?

Dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter pesialis bedah plastik dapat melakukan prosedur ini di rumah sakit. Pasien akan diberikan anestesi lokal ataupun total selama pembedahan.

BACA JUGA: Ketahui Lebih Jauh Terapi Laser Kulit Untuk Kecantikan