PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


26 Dec 2018 | 10:00 WIB

Waspada Skabies Di Wilayah Bencana

Share:

Seperti yang pernah dibahas pada artikel berikut ini skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh kutu atau tungau bernama Sarcoptes scabiei.

Pada kulit yang menderita Skabies beruntus merah akan timbul dan terasa sangat gatal, terutama pada malam hari. Umumnya skabies menginfeksi penderita dari berbagai usia dan kalangan, serta menginfeksi bagian kulit manapun, namun paling umum terjadi di sela-sela jari tangan dan kaki, pergelangan tangan, lipat lutut dan siku, ketiak, dan pusar. Puting payudara dapat pula terkena.  Skabies juga rentan terjadi di area yang tertutup pakaian seperti bokong, punggung, pinggang hingga organ intim. Pada anak-anak, skabies sering terjadi pada area telapak tangan atau kaki.

Penularan Infeksi Skabies di Wilayah Bencana

Skabies ditularkan melalui kontak langsung kulit dengan kulit penderita.Umumnya, penyakit ini diderita oleh orang yang tinggal berkelompok, misalnya pesantren, asrama, tempat kos dan tinggal sekamar. Penularan ini pun umum terjadi di tempat pengungsian wilayah yang tertimpa bencana, terutama karena korban bencana tinggal dan tidur bersama, berdesakan dalam satu ruangan atau tenda. Memang krisis dan masalah kulit ini cenderung tak terhindarkan di area pengungsian akibat:

  1. Lingkungan yang tidak bersih.
  2. Kurangnya sumber air bersih
  3. Kondisi yang terlalu padat atau overcrowded
  4. Tidur berdesakan sehingga pakaian maupun perlengkapan tidur menjadi media penularan.
  5. Temperatur udara yang panas sehingga membuat kutu skabies berkembang biak dengan cepat.
  6. Kurangnya air bersih dan fasilitas untuk mencuci membuat tungau mudah pula menular

 

Meskipun menular, para dokter dapat segera mendiagnosis, dan dengan  penanganan yang tepat, efek yang ditimbulkan tidak terlalu berat terhadap penderita.

Penanganan dan Pengobatan Scabies di Pengungsian

Untuk wabah skabies di daerah pengungsian, dokter spesialis kulit dan kelamin biasanya akan memberikan obat oles (krim) yang  bermanfaat untuk membunuh tungau, serta obat minum untuk mengurangi rasa gatal. Beberapa jenis obat oles yang dapat diberikan antara lain permetrin, krotamiton, sulfur presipitatum. Idealnya, pengobatan diberikan tidak hanya kepada mereka yang mengalami keluhan saja, namun juga untuk seluruh korban yang tinggal di lokasi sama secara serentak. Sedapat mungkin pakaian, handuk maupun perlengkapan tidur tetap dicuci dan dijemur di bawah sinar matahari. Meskipun obat-obatan ini membunuh tungau dengan segera, penderita skabies mungkin masih akan merasakan gatal selama beberapa minggu.

BACA JUGA: Fungsi Kulit dan Cara Menjaga Kesehatannya

Saran dan Anjuran

Untuk mendukung pengobatan penyakit skabies pada masyarakat di pengungsian, untuk Anda yang ingin menyumbang ke wilayah bencana, disarankan untuk memberikan:

  • Handuk, pakaian bersih.
  • Selimut, sprei, dan alas tidur.
  • Air bersih.
  • Fasilitas sanitasi