PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


4 Jan 2019 | 14:28 WIB

Actinic Keratosis pada Lansia

Share:

Kelainan kulit yang umum terjadi pada orang lanjut usia ini dikenal juga dengan solar keratosis. Actinic keratosis merupakan bercak berkerak pada kulit yang disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat paparan radiasi sinar ultraviolet.

Actinic keratosis dianggap sebagai tanda yang harus diwaspadai karena jika dibiarkan dapat berkembang menjadi kanker kulit. Kanker kulit yang paling sering muncul akibat actinic keratosis adalah kanker karsinoma sel skuamosa (KSS). Di Amerika Serikat kasus kanker kulit jenis ini mencapai 168.000 kasus.

BACA JUGA: Tips Merawat Kulit Lansia

Area yang terkena

Actinic keratosis biasanya muncul di area yang sering terkena sinar matahari seperti wajah, kulit kepala yang dicukur habis, telinga, bahu, leher dan punggung tangan. Dapat juga muncul di area lengan bawah. Actinic keratosis bahkan dapat terjadi di tulang kering dan bagian lain dari kaki. Kelainan yang muncul seringkali menyerupai kutil dengan tekstur permukaan yang kasar. Sebagian besar berwarna kemerahan, tetapi ada juga yang berwarna coklat terang atau gelap, merah muda dan/atau seperti tumbuh daging. Dapat pula merupakan kombinasi dari warna-warna tersebut di atas.

Awal kemunculan

Di awal kemunculannya actinic keratosis bisa sangat kecil dan jarang sekali bisa terlihat kasat mata, namun dapat dirasakan dengan sentuhan. Sehingga seringkali awal kemunculannya tidak dikenali. Seiring waktu, lesi tersebut berkembang dengan perlahan serta mencapai ukuran 0.3-0.6 cm. Kadang-kadang hilang sementara, untuk kemudian muncul kembali. Lesi terkadang terasa gatal, atau bahkan terasa nyeri. Actinic keratosis bisa meradang dan pada kasus yang jarang terjadi dapat terjadi perdarahan.

Penanganan Actinic Kerastosis

Untuk menangani kelainan kulit ‘pre-kanker’atau berpotensi menjadi kanker ini, maka biasanya oleh dokter spesialis kulit dan kelamin akan dilakukan prosedur berikut ini:

Cryosurgery.

Dengan menggunakan nitrogen cair, permukaan kulit dengan actinic keratosis dibekukan untuk menghancurkan lesi kulit tersebut. Prosedur ini menyebabkan kulit menjadi merah hingga area tersebut digantikan oleh kulit baru. Cryosurgery merupakan prosedur paling umum untuk menangani untuk actinic keratosis.

Operasi pengangkatan dan biopsi.

Lesi dapat diangkat dan dibiopsi jika ada kemungkinan menjadi kanker.

Kemoterapi.

Obat anti-kanker topikal yang disebut fluorouracil dapat diaplikasikan pada lesi kulit atau seluruh area yang rusak karena sinar matahari. Dibutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu untuk bekerja. Biasanya kulit menjadi merah dan melepuh sebelum kulit baru muncul.

Terapi photodynamic.

Jenis bahan kimia tertentu akan dioleskan pada kulit. Kemudian kulit disinar untuk mengaktifkan bahan kimia tadi demi menghancurkan sel-sel kulit yang tidak normal. Efek sampingnya, kulit terasa terbakar, menyengat, dan mengalami perubahan pigmentasi.

BACA JUGA: Kondisi Kulit yang Harus Diperhatikan Saat Lanjut Usia

Terapi imunomodulator.

Pada terapi ini biasanya dokter akan menggunakan antara lain krim imiquimod untuk menghilangkan kulit sel abnormal secara selektif. Efek sampingnya mungkin membuat kulit menjadi kemerahan, gatal, atau bengkak.