PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


28 Jan 2019 | 10:00 WIB

Lanjut Usia Cenderung Mengalami Pruritus pada Kulit

Share:

Mereka yang berusia sedikitnya 65 tahun, cenderung mudah terserang pruritus, yaitu sensasi tidak menyenangkan pada kulit hingga memicu keinginan untuk menggaruk. Ketika pruritus kian parah, akibatnya mengganggu aktivitas hidup sehari-hari, yaitu saat tidur, saat bekerja, atau saat bersantai.

Namun begitu, pruritus juga bisa ditemukan pada mereka yang belum menginjak usia lanjut. Hal ini disebabkan oleh penuaan ekstrinsik, yaitu penuaan yang terjadi sebagai konsekuensi dari faktor eksternal seperti polusi, dan paparan sinar matahari yang memiliki efek kerusakan besar pada kulit.

BACA JUGA: Tips Merawat Kulit Lansia

Gejala pruritus

Kondisi ini sangat mungkin terjadi area tertentu dan hanya sebagian kecil saja seperti di bagian dalam lengan, paha, atau kaki, namun bila parah keinginan untuk menggaruk semakin kuat. Saat digaruk malah akan semakin gatal. Pruritus bisa jadi tidak disertai kelainan kulit, tapi ada juga yang memperlihatkan gejala seperti:

  1. Kulit terlihat kemerahan
  2. Timbul beruntus kemerahan
  3. Kulit kering dan pecah-pecah
  4. Kulit kasar atau bersisik

Penyebab pruritis

Sensasi tak nyaman pada kulit lansia yang memicu keinginan untuk menggaruk ini terjadi karena beberapa sebab:

  • Kondisi kulit. Kondisi kulit yang menyebabkan rasa gatal, termasuk kulit sangat  kering (xerosis), permulaan terjadinya dermatititis yang luas (eritroderma), dapat pula karena dermatitis seboroik atau psoriasis.
  • Penyakit sistemik. Kulit gatal atau pruritis bisa jadi merupakan gejala penyakit internal  sistemik seperti diabetes, penyakit hati, gagal ginja menahunl, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker tertentu, misalnya lymphoma.
  • Gangguan saraf. Kondisi yang memengaruhi sistem saraf  dapat pula menyebabkan pruritus.
  • Penyakit kejiwaan. Contoh penyakit kejiwaan yang dapat menyebabkan kulit gatal adalah kecemasan,dan depresi.
  • Iritasi dan reaksi alergi. Bahan pakaian seperti wol, bahan kimia, sabun, dan zat lain dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan gatal.

BACA JUGA: Kondisi Kulit yang Harus Diperhatikan pada Lansia

Komplikasi pruritis kronis

Kulit gatal yang bertahan lebih dari enam minggu (pruritus kronis) dapat memengaruhi kualitas hidup di usia lanjut, misalnya, tidur malam terganggu hingga menyebabkan kecemasan atau depresi. Gatal-gatal dan garukan yang berkepanjangan dapat meningkatkan intensitas gatal, yang mungkin menyebabkan lecet-lecet pada kulit maupun infeksi. Segera konsultasi pada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.