PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


28 Jan 2019 | 15:00 WIB

Indonesia Peringkat Ketiga Penderita Kusta Terbesar di Dunia. Kenali Tanda-tandanya, Cegah Penularannya

Kusta yang tidak diobati bisa mengakibatkan kecacatan.

Share:

Kusta belum berakhir. Penyakit yang berumur sangat tua ini sudah ada sejak tahun 1400 sebelum masehi, dan masih mengintai sebagian masyarakat Indonesia hingga kini. Mirisnya, menurut data WHO 2017, Indonesia masih menempati posisi ketiga penderita kusta terbesar di dunia, setelah India dan Brazil.

Pemerintah masih terus berupaya memerangi penyakit ini hingga tuntas. Mulai dari melakukan upaya pencegahan penularan melalui edukasi, penyebaran informasi hingga pengobatan.

Penyebab utama kusta masih merajalela adalah terlambatnya penanganan akibat gejala yang sering diabaikan penderita. Pada umumnya, penderita abai untuk memeriksakan kusta karena tidak mengenali atau menyadari tanda dan gejala kusta tersebut. Untuk mencegah penularannya dan agar dapat disembuhkan, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda kusta.

Bercak Putih Tanda Awal Kusta

Bercak putih pada kulit bisa menandakan segudang gangguan kulit. Dari infeksi ringan hingga berat. Kusta, atau lepra, atau yang sekarang juga dinamai dengan penyakit Morbus Hansen, adalah salah satu penyakit yang diawali dengan tanda awal bercak putih atau merah. Bercak putih ini tidak sakit, tidak gatal, tetapi mati rasa (baal). Bercak paling sering ditemukan di area lengan, tungkai bawah, namun juga bisa terjadi di area tubuh yang lain.                                 

Gejala Lain yang Menyertai

Pada sebagian penderita, ada tanda lain yang menunjukkan bahwa ia terinfeksi bakteri Mycobacterium leprae penyebab kusta, seperti kemerahan yang tersebar pada tubuh, kulit sangat kering dan tidak berkeringat, rambut alis rontok sebagian atau seluruhnya. Terkadang bisa juga disertai demam hilang timbul, kesemutan dan nyeri sendi sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi bakteri penyebab kusta. Tanda dan gejala awal kusta seringkali tidak mengganggu bagi penderita sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan. Bila tidak diobati, maka penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan saraf sehingga menimbulkan cacat.

Jangan Terlambat, Obati Bercak Putih yang Baal

Kusta merupakan penyakit menular. Meski gejala awal belum terasa pada penderita, namun risiko penularan sudah ada sejak seseorang terinfeksi. Penularan kusta bisa melalui percikan liur atau cairan pernafasan dan kontak kulit yang luka. Penularan penyakit ini memerlukan waktu yang cukup lama.  Kunci utama untuk mencegah penularan yaitu dengan peka terhadap tanda dan gejala.

Apabila Anda menemukan bercak putih atau merah yang terasa baal pada kulit Anda, segera periksakan ke dokter sehingga mendapat diagnosis yang tepat dan diobati hingga tuntas. Kusta yang dideteksi sejak dini sangat mungkin untuk disembuhkan dan dapat mencegah terjadinya kecacatan.

Mari turut berperan serta untuk memerangi kusta dengan lebih peka terhadap tanda-tanda dan gejalanya, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko penularan dapat dicegah.