PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


26 Dec 2017 | 19:00 WIB

6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV

6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV

Share:

Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya.  Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia di urutan tertinggi kedua dunia untuk kasus serviks di dunia. Oleh karena itu penyebaran virus ini harus dicegah salah satunya dengan pemberian vaksin HPV. Sebelum melakukan vaksin, perhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut ini.

1. Kapan waktu terbaik untuk menerima vaksin?

Vaksin ini dapat diindikasikan pada semua perempuan usia 12 tahun keatas, terutama mereka yg belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan 3 kali tanpa perlu skrining apapun. Proteksi terhadap infeksi HPV sangat efektif apabila diberikan pada fase ini.

2. Pasangan yang akan segera menikah

Vaksin dapat diberikan pada pasangan yang akan segera aktif seksual, dan minimal diberikan 1 kali sebelum aktif seksual, dan dapat dilanjutkan sesuai jadwal pemberian sesudahnya. Pemberian vaksin dapat dilakukan langsung, tanpa ada pemeriksaan pendahuluan.

3.Meskipun sudah rutin pap smear tahunan, tetap memerlukan vaksin HPV

Langkah yang Anda tempuh untuk mengurangi risiko kanker serviks dengan pap smear tahunan sudah benar. Namun, Anda tetap memerlukan vaksin karena virus mengintip setiap saat. Mengingat vaksin ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, maka jika Anda sudah terlanjur terserang virus ini, vaksin tidak bisa menyembuhkan infeksi.

Sebaliknya, apabila Anda sudah mendaptkan vaksin HPV, Anda juga perlu melakukan pap smear. Jenis vaksin yg mengandung 4 type virus pun, tidak melindungi semua jenis HPV penyebab kanker serviks, sehingga perempuan yang sudah divaksin tetap memerlukan pap smear.

4. Risiko alergi

Ada dua jenis vaksin HPV yaitu yang mengandung 2 atau 4 tipe virus HPV, masing-masing dapat melindungi dari tipe virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin, atau tipe virus penyebab kanker serviks. Semua obat atau vaksin apapun dapat menimbulkan reaksi alergi, dokter akan memastikan ada atau tidaknya alergi dan faktor-faktornya dengan cara menanyakan riwayat kesehatan Anda sebelumnya.

5. Efek samping setelah vaksin

Vaksin HPV aman diberikan pada populasi normal. Efek samping yang mungkin dialami setelah vaksin diberikan, antara lain, rasa nyeri, bengkak dan kemerahan di lokasi suntikan, hingga deman. Namun tidak perlu kuatir, karenak efek samping tersebut bersifat lokal dan sementara.

6. Biaya

Jenis vaksin ini belum mejadi vaksinasi dasar, sehingga harganya cukup mahal, dan perlu 3 kali pemberian. Namun penting untuk diingat yaitu selalu hidup sehat dan lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430