PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


20 Feb 2018 | 10:00 WIB

Cara Mengenali Penyebab Alergi pada Kulit Bayi

Share:

Kulit bayi dapat dikatakan mengalami alergi bila jadi meradang akibat kontak langsung dengan alergen. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh si kecil melepaskan histamin dan zat-zat lain sebagai respons terhadap kontak alergen. Ketika hal ini berlangsung maka terjadi reaksi peradangan dan menimbulkan eksim, gatal, ruam atau yang lainnya pada kulit si kecil.

Namun selain alergi, ada hal lain yang menyebabkan kulit mengalami ruam. Hal ini terjadi bila kulit bayi iritasi. Tentu ini berbeda dengan reaksi alergi. Nah, agar Anda tak salah, ketahui cara mengenali penyebab alergi pada kulit bayi.

Air liur bayi

Air liur dapat menyebabkan ruam di sekitar mulut dan dagu. Karena bentuk ruam, banyak yang menganggap ini adalah bentuk reaksi alergi. Padahal, ruam karena air liur biasanya hanya reaksi iritasi.

Reaksi pada kulit: timbul bintil-bintil dan kemerahan. Ruam biasanya terjadi di sekitar mulut, tapi sangat mungkin menyebar hingga leher dan dada. Pastikan anda membersihkan area sekitar mulut segera setelah selesai makan/ menyusu dan keringkan.

Alergi makanan

Jika faktor penyebab iritasi sudah Anda eliminasi dan ruam masih terus ada, kemungkinan penyebabnya adalah alergi makanan. Telur dan susu adalah penyebab utama alergi terutama untuk bayi. Namun ada juga yang alergi terhadap gandum, kedelai hingga kacang tanah.

Reaksi pada kulit: kulit memerah, bruntus-bruntus,  gatal, bahkan dapat terjadi pembengkakan pada lidah mau pun bibir. Selain di pipi / wajah, ruam bisa meluas ke dada, perut atau bagian tubuh lainnya. Reaksi alergi yang sangat serius biasanya terjadi segera setelah si kecil mengonsumsi makanan yang memicu alergi. Jika ada pembengkakan bibir atau si kecil kesulitan bernapas segeralah membawanya ke unit gawat darurat.

Sabun, Losion, dan Deterjen

Pada dasarnya, walau pun kulit bayi sensitif, reaksi terhadap sabun, losion atau deterjen merupakan bentuk dari iritasi. Apa lagi bila kandungan dari toilettries bayi atau deterjen terdiri dari bahan kimia yang kurang baik.

Reaksi pada kulit: timbul ruam merah terutama setelah bayi mandi, atau losion dioleskan. Juga ketika pakaian yang baru dicuci dipakaikan pada bayi.

Cara mengatasinya sebenarnya mudah. Gantilah losion atau deterjen dengan merek berbeda dari yang biasa digunakan. Utamakan yang hypoallergenic atau bebas aroma. Jika perlu konsultasikan pada spesialis kulit anak untuk mencegah terjadinya iritasi yang lebih parah, terutama bila bayi Anda memiliki kulit sensitif.
 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430