PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


8 Mar 2018 | 08:42 WIB

Kulit Juga Bisa TBC? Berbahayakah?

Mycobacterium tuberculosis

Share:

Selain tuberkulosis pada paru-paru, ternyata bakteri yang sama yaitu mycobacterium tuberculosis juga dapat menyebabkan TBC pada kulit. Penyakit ini terutama ditemukan di negara-negara berkembang. Seiring dengan menurunnya tuberkulosis paru, umumnya angka kejadian penyakit ini pun menurun.

BACA JUGA: 5 Infeksi Kulit Karena Bakteri

Jenis Tuberkulosis Kulit

Beberapa jenis tuberkulosis kulit menginfeksi langsung pada permukaan kulit. Infeksi terjadi melalui beberapa cara misalnya penjalaran langsung ke kulit dari organ di bawah kulit yang telah kena TBC sebelumnya, infeksi langsung pada kulit, atau melalui peredaran darah dan limfogen. TBC kulit sejati terdiri dari dua jenis yaitu primer (tuberkulosis canchre) dan sekunder (tuberkulosis kutis miliaris, skrofuloderma, tuberkulosis kutis verukosa, tuberkulosis kutis gumosa, tuberkulosis kutis orofisialis, dan lupus vulgaris).  Jenis yang paling sering ditemukan adalah skrofuloderma. Respon kekebalan tubuh pasien dan keganasan mikobakteri menentukan jenis dan tingkat keparahan TB kutaneous.

Tuberkulosis primer

Tuberkulosis chancre

Kelainan kulit primer dapat berbentuk borok (ulkus), yang memiliki lekukan dangkal, kokoh, serta kasar bila diraba. Masa tunasnya berlangsung selama 2-3 minggu sejak kuman masuk ke dalam tubuh. Borok tersebut dapat mengalami indurasi sehingga disebut sebagai tuberculosis chancre.

Tuberkulosis sekunder

Scrofuloderma

  • Sering dikaitkan dengan TB paru-paru  Terjadi akibat penjalaran dari organ di bawah kulit terutama kelenjar getah bening, dapat pula berasal dari sendi dan tulang.
  • Sering ditemukan di leher dan ketiak
  • Gejala klinisnya bervariasi tergantung lama penyakit berlangsung. Diawali dengan pembesaran kelenjar getah bening, kemudian bengkak menjadi abses pada kulit, selanjutnya dapat pecah menjadi ulkus yang akhirnya dapat sembuh spontan membentuk jaringan parut memanjang tidak beraturan.
  • Luka pada kulit diiringi tanpa rasa sakit, tapi bisa membengkak

Verrucosa cutis

  • Terjadi akibat masuknya  kuman langsung ke kulit
  • Luka paling sering terjadi di area kulit yang sering mengalami trauma  sepert lutut, tungkai, dan kaki.
  • Kelainan kulit berupa beruntus-beruntus di atas kulit yang kemerahan dan berbentuk khas seperti bulan sabit akibat penjalarannya.

Vulgaris

  • Merupakan bentuk TB kulit yang cepat berkembang dan progresif.
  • Kelainan kulit yang ditemukan berupa kelompokan benjolan berwarna coklat kemerahan, yang dapat berubah warna menjadi kekuningan apabila ditekan (apple jelly colour).
  • Sering ditemukan pada wajah, badan, maupun anggota gerak.

Kutis miliaris

  • Jenis ini merupakan infeksi TB kronis yang telah menyebar dari infeksi primer(biasanya di paru-paru) ke organ lain dan jaringan melalui aliran darah.
  • Kelainan kulit berupa dapat beruntus kemerahan, beruntus berisi cairan jernih atau nanah yang dapat meluas ke seluruh tubuh.

Mengatasi Tuberkulosis Kulit

Prinsip pengobatan tuberkulosis kutis sama dengan tuberkulosis paru. Perlu diperhatikan pula untuk memperbaiki keadaan umum misalnya perbaikan gizi.

Jika Anda terdiognosis tuberkulosis kulit, maka Anda perlu diobati dengan obat antituberkulosis. Pengobatan ini biasanya melibatkan kombinasi antibiotik yang diberikan selama beberapa bulan dan kadang-kadang bertahun-tahun. Tindakan bedah pada permukaan kulit yang luka, terkadang perlu dilakukan, misalnya pada lupus vulgaris. Apabila pengobatan dilakukan dengan tepat dan tuntas, umumnya akan sembuh dengan baik.

BACA JUGA: Infeksi Cacing pada Kulit, Bagaimana Menanganinya?

 

 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430