PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)


31 May 2018 | 12:00 WIB

Kandungan DEET Pada Penolak Serangga untuk Bayi, Amankah?

Kandungan DEET Pada Penolak Serangga untuk Bayi, Amankah?

Share:

DEET, atau diethyltoluamide adalah kandungan aktif yang paling sering digunakan pada produk penolak serangga. Fungsinya sebagai perlindungan kulit terhadap gigitan serangga seperti nyamuk, kutu, semut, lebah, dan serangga lainnya.

Tekstur DEET seperti minyak berwarna kuning. Produk penolak serangga yang mengandung DEET umumnya berbentuk losion atau cair. Serangga terutama nyamuk, tidak menyukai aroma DEET. Kandungan ini menghalau penciuman nyamuk jika dioleskan pada kulit manusia, sehingga peluang tergigit semakin kecil.

Amankah?

Produk penolak nyamuk di pasaran ada yang mengandung DEET hingga 100%. Sementara, kandungan DEET yang direkomendasikan oleh The American Academy of Pediatrics untuk produk penolak serangga yaitu sekitar 10%-30%. Namun kadar ini bisa dikatakan aman untuk kulit dewasa. Untuk bayi dan anak-anak ada beberapa aturan penggunaan yang perlu diperhatikan.

Semakin tinggi kandunga DEET dalam satu produk penolak serangga, semakin tahan lama perlindungannya terhadap gigitan serangga. Namun kandungan DEET yang tinggi bisa menimbulkan reaksi tertentu bagi kulit.

DEET Bisa Menimbulkan Reaksi Pada Kulit Atopik

DEET adalah zat kimia yang cepat meresap ke pori-pori kulit. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif (atopik), zat DEET bisa mengiritasi dan menyebabkan reaksi pada kulit. Hindari pengunaan DEET pada kulit dengan luka terbuka.

Penggunaan DEET Pada Bayi dan Anak-Anak

Sebelum mengoles atau menyemprotkan penolak nyamuk ke kulit anak, para orang tua harus memerhatikan beberapa hal mengenai produk penolak nyamuk berbahan dasar DEET ini:

  1. Tidak dianjurkan untuk digunakan di kulit bayi kurang dari enam bulan.
  2. Harus diawasi penggunaannya untuk anak-anak di bawah dua tahun.
  3. Kandungan DEET paling aman untuk anak-anak yaitu 10% atau di bawahnya.
  4. Untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun diaplikasikan cukup satu kali dalam sehari, tidak perlu diulang.
  5. Sedangkan untuk anak usia 2 hingga 12 tahun, maksimal pemakaian 3 kali dalam sehari.
  6. Jangan dioles atau disemprot pada tangan dan wajah anak, terutama dekat mulut dan mata.
  7. Tidak disarankan menempel terlalu lama pada kulit.
  8. Anak usia di atas 12 tahun bisa menggunakan produk dengan kandungan DEET maksimal 30%, dan pemakaian boleh diulang.

Cara paling baik untuk menghindari gigitan nyamuk yaitu dengan menggunakan kelambu dan mengenakan pakaian lengan panjang pada bayi dan anak. Bila ingin menggunakan losion anti nyamuk atau serangga, pilih yang tidak mengandung DEET. Cara lainnya adalah dengan menggunakan raket nyamuk atau perangkap nyamuk UV.

 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430